Hayfanadda Family Blog’s

Icon

"Hari ini sama dengan hari kemarin maka ia dalam kerugian"

Silahturahmi

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu, (Q.S. An-Nisa: 1)”.

Saudaraku, menebar kasih sayang terhadap sesama melalui silaturahmi, Subhanallah, akan terasa jauh lebih indah, lebih mengesankan, dan luar biasa hasilnya sekiranya kita berusaha sekuat-kuatnya untuk memiliki kemampuan muhasabah untuk lebih mengenali siapa diri kita yang sebenarnya.

Marilah kita untuk saling bersilaturahmi. Tentunya dalam silaturahmi tidak hanya hendak mengingat-ingat dan mencari-cari aib dan kejelekan orang lain, jangan sekali-kali tertuju kepada aib dan kejelekan orang lain karena sungguh teramat terbatas pandangan kita untuk mampu melakukannya. Kalau mau kita lakukan, ingat-ingat dan selidikilah aib-aib dan kejelekan yang melumuri diri sendiri.

Betapa akan kaget bahwa kita yang selama ini begitu gemar menilai orang lain jelek, ternyata diri sendiri malah jauh lebih busuk lagi! Sungguh akan malu sendiri ketika ternyata kita ini tak lebih dari seorang yang hina dan gemar mengumpul-ngumpul dosa dengan mata, tangan, mulut, hati, dan anggota tubuh lainnya.

Oleh karena itu, adalah teramat penting bagi kita untuk tidak hanya merekayasa gerak-gerik tubuh di dalam bersilaturahmi tersebut, namun haruslah benar-benar bersungguh-sungguh menata hati agar kita mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat lebih baik dan lebih bermutu lagi daripada apa yang dilakukan orang terhadap kita. Berbicara tentang silaturahmi, kita tidak hanya membatasi sekadar saling bersalaman, menyentuhkan tangan, atau permohonan maaf.

Akan tetapi kita harus berbicara yang lebih hakiki lagi, yakni tentang suatu kekuatan mental dan kemampuan yang tinggi dari hati manusia.

Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda, yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu adalah menyambungkan apa yang terputus. (HR Bukhari). Selain bersilaturahmi, jangan lupa dengan memenuhi kewajiban kita untuk menyantuni fakir miskin. Tunaikanlah zakat dengan ikhlas, jangan berharap apa pun kecuali rida Allah.

Mohonkan ampunan kepada Allah. Kalau orang berkunjung kepada kita, maka kita sepatutnya mengunjunginya, tentunya hal tersebut merupakan akhlak yang terpuji. Akan tetapi, ada pula orang yang tidak pernah bersilaturahmi kepada kita, lalu dengan sengaja kita kunjungi walaupun harus menempuh jarak yang cukup jauh dan memakan waktu, maka inilah yang disebut silaturahmi. Apalagi kalau ada orang yang membenci kita, lalu kita upayakan untuk menemuinya. Padahal, jelas hak-hak kita pernah terambil atau hati kita sempat terlukai. Di sinilah kekuatan silaturahmi yang sebenarnya.
Wallahu alam bish showab.

Filed under: Home ,

One Response

  1. realylife mengatakan:

    wah hampir mirip sama saya punya . Tapi ndak apa-apa , toch setiap orang khan memang punya deskiripsi beda-beda tentang sesuatu.
    saya mau mengundang buat baca tulisan ini
    makasih
    http://realylife.wordpress.com/2008/01/15/silaturahmi/
    http://realylife.wordpress.com/2007/12/27/aku-kecil-ya-allah/

Leave a Reply