<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tokoh &#8211; Syekh Abdul Qadir Jailani Penghulu Para Sufi</title>
	<atom:link href="http://hayfanadda.wordpress.com/2008/07/30/tokoh-syekh-abdul-qadir-jailani-penghulu-para-sufi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hayfanadda.wordpress.com/2008/07/30/tokoh-syekh-abdul-qadir-jailani-penghulu-para-sufi/</link>
	<description>&#34;Hari ini sama dengan hari kemarin maka ia dalam kerugian&#34;</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2009 02:06:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: elfan</title>
		<link>http://hayfanadda.wordpress.com/2008/07/30/tokoh-syekh-abdul-qadir-jailani-penghulu-para-sufi/#comment-24</link>
		<dc:creator>elfan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 07:18:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hayfanadda.wordpress.com/?p=98#comment-24</guid>
		<description>Siapakah yang menyatakan bahwa Syekh Abdul Qadir Jailani sebagai penghulu para wali, siapakah yang tahu titel tersebut dari Allah SWT, apakah dia pernah mendengar perkataan tersebut dari Allah SWT langsung atau melewati siapa. Syekh Abdul Qadir Jailani sendiri, orangnya tawadhu&#039; tidak mau mengatakan seperti itu. Bahkan orang-orang sekampungnya tidak pernah menyatakan seperti itu, lalu bagaimana kita harus mempercayai kebenaran titel itu (buku Mantan Kiai NU Menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah Para Wali, Mahrus Ali, halaman 399).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Siapakah yang menyatakan bahwa Syekh Abdul Qadir Jailani sebagai penghulu para wali, siapakah yang tahu titel tersebut dari Allah SWT, apakah dia pernah mendengar perkataan tersebut dari Allah SWT langsung atau melewati siapa. Syekh Abdul Qadir Jailani sendiri, orangnya tawadhu&#8217; tidak mau mengatakan seperti itu. Bahkan orang-orang sekampungnya tidak pernah menyatakan seperti itu, lalu bagaimana kita harus mempercayai kebenaran titel itu (buku Mantan Kiai NU Menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah Para Wali, Mahrus Ali, halaman 399).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
