Januari 27, 2009 • 7:28 pm
Assalamu’alaikum wr wb,
Disampaikan 3 buah do’a ajaran Nabi SAW, semoga dapat dihafalkan dan diamalkan. Ulama sepakat, bahwa berdo’a dengan mencontoh do’a Nabi SAW mendapat dua kebaikan, yaitu kebaikan mengikut sunnah dan kebaikan berdo’a itu sendiri.
1. Do’a agar senantiasa dekat dengan Allah SWT dan ibadah yang makin baik, yaitu membaca : “Allahumma a’inniy ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika”.
Artinya: Ya Allah, bantulah aku untuk mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan memperbaiki ibadahku kepadaMu (HR Ahmad, Abu Daud dan Nasa’iy dari Mu’adz ibn Jabbar r.a.) Nabi melarang Muadz r.a. meninggalkan bacaan ini, sebagian ulama sepakat bahwa hukum meninggalkan bacaan tsb makruh (wallahu’alam).
2. Do’a berlindung dari siksa Hari Kebangkitan, yaitu membaca : “Qiniy adz baka yauma tab’atsu ‘ibadaka”
Artinya:”Ya Allah, sucikanlah aku dari siksaan-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu”. Berasal dari hadits Nabi SAW
HR Muslim dari al Barra’ r.a.
Read the rest of this entry »
Filed under: Renungan
November 27, 2008 • 4:29 pm
Ujian atau cobaan hidup sudah merupakan Sunnatullah, hukum Allah yang bersifat pasti dan tetap, berlaku kapan dan dimanapun (QS. 29:1-3). Cobaan hidup ini bisa dalam bentuk sesuatu yang dirasakan berat atau menyakitkan, namun bisa pula dalam bentuk kebaikan dan kenikmatan yang menyenangkan. Allah menjelaskan , “tiap-tiap yang bernyawa itu akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan, sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepada kamilah kami semua akan dikembalikan.” (QS. 21: 35)
Read the rest of this entry »
Filed under: Renungan , Cobaan, Hidup
November 6, 2008 • 5:42 pm
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan
dengan seksama sambil menggumam “hmmm…makanan apa lagi yang dibawa
mereka dari pasar??”
Read the rest of this entry »
Filed under: Renungan , Belajar, Kesusahan
Oktober 19, 2008 • 8:51 am
Untuk (Calon) Suamiku
Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah
Read the rest of this entry »
Filed under: Renungan , Istri, Suami
Oktober 9, 2008 • 8:59 pm
Diantara hal-hal yang membuat hati kita bingung, yang menggangu ketegangan dan ketenangannya adalah ambisi agar dikenal dan mendapat simpati orang lain.
“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi”. (QS. Al-Qashash: 83).
Read the rest of this entry »
Filed under: Renungan , Ambisi, Terkenal
September 17, 2008 • 3:10 am
Dalam syariah, ada pahala yang besar dan ganjaran yang agung. Semua ini tampak dalam “sepuluh penebus dosa”, misalnya, tauhid dan dosa-dosa yang dihapuskan karena tauhid, perbuatan-perbuatan baik yang menghapuskan kesalahan, seperti: shalat dari Jum’at satu ke Jum’at berikutnya, dari umrah yang satu ke umrah berikutnya, haji, puasa dll. Juga dengan pengganaan amalan salih, misalnya kebaikan digandakan dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, hingga kelipatan yang tak terhingga. Termasuk diantaranya, bahwa taubat itu akan memangkas dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan sebelumnya.
Read the rest of this entry »
Filed under: Renungan , Dermawan, Syariat
Agustus 11, 2008 • 8:10 am
Adahal yang perlu kita cermati, ….
Setiap orang punya pendapat, boleh dong menyampaikan pendapat. Akan tetapi sering sekali penyampaian pendapat dilakukan tidak pada tempatnya. Mengapa demikian? Kita sering sekali dihadapi dengan ego-pribadi, merasa ‘akulah yang bisa, akulah segala-galanya’. Jangan lupa, manusia diciptakan semata-mata hanya untuk ‘beribadah kepada Allah SWT, sang khalik yang tiada dapat ditandingi kekuasaanya. Kita hanyalah segelintir umat yang tidak punya apa-apa, kita hanya menunggu waktu saja untuk mati.
Read the rest of this entry »
Filed under: Renungan , Islam, Sikap
Abu al-Qasim ath-Thabrani meriwatkan dalam Mu’jam al-Kabir dengan senadnya dari Ghalib al-Qathan, dia berkata, “Saya datang ke Kufah untuk urusan dagang. Saya menginap dengan A’masy. Pada malam hari, tatkala saya hendak turun, A’masy pun bangkit kemudian shalat malam. Dia membaca ayat dan sampai pada Allah mempersaksikan hingga ayat ’sesungguhnya agama pada sisi Allah ialah Islam’.
Read the rest of this entry »
Filed under: Renungan , Islam
Februari 7, 2008 • 8:06 am
Filed under: Renungan , Home
Komentar Terakhir